Puji syukur kita haturkan hanya kepada Allah SWT atas limpahan rahmat, taufik dan hidayah-Nya kepada kita sekalian dan atas rida dan perkenan-Nya kita umat muslim madih dipertemukan dengan Ramadhan 1432 H. Sebagai umat muslim, kita wajib menyambut bulan penuh barakah dan magfirah ini dengan berbekal iman dan takwa selain persiapan fisik dan mental.
Pernahkah terbesit dalam benak kita apa makna puasa yang kita jalani ini? Apakah sekedar menggugurkan kewajiban saja atau kita berusaha meraih janji Allah yang tercantum dalam QS Al Baqoroh; 183." Hai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kamu berpuasa seperti diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu supaya kamu bertakwa,".
Predikat takwa yang akan diberikan Allah kepada kita tidak semudah yang kita bayangkan, tanpa perjuangan yang keras dengan beribadah tanpa menyekutukan-Nya, mensucikan hati dengan menahan hawa nafsu dunia.
Jika kita amati sekeliling kita, tidak sedikit dalam menjalankan puasa hanya mendapatkan lapar dan dahaga saja karena bekal iman dan takwa kepada Allah SWT, Yakni berpuasa tetapi tidak melaksanakan shalat lima waktu karena dalam keseharianya belum melaksanakan shalat. Selanjutnya, berpuasa karena terpaksa sehingga tidak ada persiapan fisik dan mental hanya berforia memenuhi masjid, mushola, untuk melaksanakan qiamul lail (tarawih) tanpa memahami maknanya.
Seharusnya sebagai muslim yang sudah berikrar dihadapan Allah dengan mengucapa dua kalimat sahadat wajib bagi kita konsisten melaksanakan semua rukun islam berdasarkan ketentuan Allah dan Rasul-Nya.
